Selamat Datang Di SDN 4 Kujangsari Blog's

Senin, 13 Februari 2012

5 Cara Salah Mendidik Anak

Menjadi orang tua memang tidak mudah, butuh kesabaran dalam membesarkan dan mendidik anak. Tapi, jika cara Anda salah, itu juga berakibat fatal dan buruk untuk masa depannya.

Terkadang tanpa Anda sadari, sikap dan cara didik kepada anak justru membuat mereka stres. Kadangkala terlalu memanjakan mereka, itu juga tidak baik bagi perkembangkan mereka.

Berikut ini ada 5 cara mendidik anak yang dianggap salah, seperti dikutip dari Times of India, Jumat (10/2).

Tidak ada waktu
Sebagai orang tua, Anda mungkin tidak pernah menyediakan waktu dengan anak-anak. Setidaknya menanyakan kegiatan mereka apa saja disekolah. Komunikasi dengan anak penting, karena jika mereka punya masalah, akan disampaikan ke Anda dan masalah itu bisa cepat diselesaikan.

Senin, 06 Februari 2012

10 Cara Mengajar Matematika Secara Kreatif

Berikut ini beberapa aktivitas yang dapat Anda (guru) gunakan ketika mengajar matematika agar kelas Anda menjadi kelihatan lebih hidup  dan penuh dengan kreativitas. Ketika anak Anda sedang belajar, cobalah pertanyaan ini; ” Apakah kamu pernah mencobanya ?”; “Apa yang terjadi jika ?”; “Apakah kamu yakin bisa ?”. Pertanyaan-pertanyaan kritis tersebut untuk meningkatkan pemahaman anak, sekaligus meningkatkan gagasan matematika termasuk kosa kata dalam bidang Matematika.

1. Mengajarlah Matematika dengan dramatisasi
Ada baiknya guru bisa mendramatisasi sebuah permasalahan. Misalnya, anak-anak disuruh merasakan berada dalam sebuah bola atau prisma, suruh mereka untuk merasakan permukaan, tepi dan sudut-sudutnya. Untuk mendramatisasi masalah aritmatika misalnya, suruh anak untuk berpura-pura bagaimana jika ia melompat ke dalam kolam, kemudian melompat lagi dan satu lagi. Berapakah jumlah keseluruhan lompatan mereka.

Rabu, 01 Februari 2012

Bagaimana Pendidikan Anak SD di Jepang?

Pada kesempatan ini rasanya hati dan pikiran saya tergerak untuk menulis sedikit tulisan mengenai pendidikan di Jepang. Ada alasan yang sangat luar biasa untuk hal ini, yaitu masalah pendidikan di Jepang khususnya mengenai pendidikan Sekolah Dasar (SD) ini pernah ditanyakan oleh guru sekaligus sahabat saya yang kemarin, tepatnya tanggal 28 September 2010 berpulang kepada yang kuasa untuk selama-lamanya karena suatu penyakit. Mendengar kabar tersebut secara manusiawi sedih rasanya ditinggalkan dan pikiran saya langsung teringat satu pertanyaan beliau yaitu bagaimana pendidikan anak SD di Jepang?Sekaligus kalimat tersebut saya jadikan judul tulisan ini.
Kira-kira 2 tahun yang lalu, tepatnya pada waktu saya    pulang kampung ke kota kelahiran saya di Indonesia dan waktu bertemu dengan beliau, pertanyaan tersebut hanya saya jawab yang jelas ada bedanya antara pendidikan anak-anak SD di Jepang dan di Indonesia. Karena sambil berbicara macam-macam hal dan juga suasana kangen-kangenan bersama teman-teman yang lain yang berada di tempat yang sama,  saya tidak bisa sharing dan menjelaskan tentang masalah tersebut kepada beliau. Setelah beberapa hari saya kembali dan sampai Jepang lagi saya mengirimkan lembaran-lembaran print-out kepada beliau dengan pos yang menjelaskan tentang pertanyaan beliau tersebut. Tulisan ini sekaligus saya persembahkan kepada beliau yang murah senyum dan yang sampai akhir hidupnya masih setia dalam bidang pendidikan di Indonesia tepatnya di Salatiga.
Guru sekaligus sahabat saya tersebut mungkin menganggap saya sedikit banyak tahu tentang sistim pendidikan di Jepang karena saya sebagai warga Indonesia yang tinggal di Jepang dan memiliki anak yang sudah bersekolah di SD, dan mungkin juga tentunya pernah berkunjung ke sekolah sang anak untuk berbagai keperluan. Sepertinya dugaan beliau tidak keliru karena memang begitu adanya. Sebetulnya beberapa hal yang ingin saya jelaskan kepadanya diantaranya sebagai berikut.

Senin, 30 Januari 2012

SIKAP GURU TERHADAP PEMBELAJARAN DENGAN MULTIMEDIA

Media bentuk jamak dari kata “medium” yang berarti “diantara”, yaitu suatu istilah yang menunjukkan segala sesuatu yang bisa membawa informasi dari sumber ke penerima. Menurut Martin dan Brigg media pembelajaran mencakup semua sumber yang diperlukan dalam komunikasi guru dan siswa, dapat berupa TV, komputer, LCD proyektor dan lain-lain yang dapat digunakan untuk menyalurkan bahan pembelajaran sehingga mampu merangsang perhatian, minat, pikiran dan perasaan siswa.
Media pembelajaran memiliki posisi yang sangat penting dalam proses pembelajaran di kelas. Setiap orang sependapat bahwa dasar semua proses pembelajaran adalah pengalaman/experience, dan proses belajar yang paling efektif dan permanen diperoleh dari pengalaman yang bersifat konkret dan langsung. Dan pengalaman semacam itu tidak selalu dapat diperoleh oleh siswa. Maka guru kemudian memilih dan merancang sistem pembelajaran pengganti pengalaman tersebut dengan simbolisasi baik dalam bentuk kata-kata maupun tulisan. Hanya saja bentuk-bentuk simbol tersebut belum dapat memberikan pengalaman yang realistik dan hidup. Oleh karena itu guru sangat memerlukan alat bantu berupa media pembelajaran.
Beberapa manfaat media pembelajaran adalah:

Minggu, 29 Januari 2012

Hilangkan Gengsi Meminta Maaf Kepada Anak

Menjadi Orangtua bukan berarti selalu benar, Tak jarang Orang tua melakukan kesalahan kepada anak, sehingga membuat hubungan terganggu terhadap anak, Masih banyak Orangtua yang merasa benar dengan sendirinya, padahal belum tentu benar menurut anak, dan sering kita tidak menyadari pentingnya Minta maaf terhadap anak2 kita, berikut tips jitu bagaimana minta maaf terhadap anak kita tanpa mengurangi wibawa sebagai Orangtua  *sesuai pengalaman pribadi :)*:
Mengaku bersalah
  • Sadari bahwa anda telah membuat kesalahan, dan akui itu padanya. Inilah salah satu faktor penting dalam meminta maaf. Tak jarang ini sulit dilakukan, karena orangtua merasa gengsi. Lupakan gengsi, kalau memang tak ingin masalah terus berlarut.
Tulus

  • Ketika meminta maaf, anda harus tulus. Anak akan gampang mengetahui ketika anda membohonginya tentang hal ini. berilah Maaf yang serius." Ka..Maafin Ummi Sayaaang, ummi  salah, Ummi udah menyalahkan Kaka...Ummi akan hati-hati lagi knapa Kaka

Sabtu, 28 Januari 2012

Peranan Teknologi Dalam Dunia Pendidikan

TEKNOLOGI
Mungkin kata teknologi sudah tidak asing di telinga kita, ya benar teknologi adalah suatu perubahan pada perkembangan jaman dan akan selalu mengalami perubahan dari waktu ke waktu, teknologi ada di setiap kehidupan kita dan takkan bisa lepas karena di jaman sekarang orang tanpa teknnologi akan di anggap katrok (istilah orang yang tidak memakai dan mengerti teknologi), mungkin dahulu teknologi hanya sekedar kebutuhan sekunder akan tetapi sekarang teknologi sudah menjadi kebutuhan primer tapi dengan adanya kemajuan teknologi bukan berarti kita akan lebih maju dan lebih menjadi orang modern karena teknologi tidak akan selalu membawa kemajuan tetapi kemunduran dan ini tergantung kita bagaimana menggunakan teknologi tersebut, contoh kecil saja orang yang selalu menggunakan internet untuk mencari segala hal yang dia tidak ketahui dia akan enggan untuk bertanya dengan orang sekitarnya dan lebih memilih internet karena banyak jawaban yang akan di temukan, hal ini akan menyebabkan orang tersebut tidak pernah berinteraksi secara langsung dengan manusia lainnya ini bisa menyebabkan rasa sosial, kepedulian, menghargai bahkan kasih sayang terhadap sesama akan hilang,selain itu teknologi juga menimbulkan kebobrokan moral jika penggunanya salah dalam memakai cntohnya saja di korea 12 murid SD memperkosa temannya secara beramai-ramai sungguh tragis, lalu bagaimana dengan teknologi bagi ilmu pengetahuan terutama bagi anak-anak sekolah dasar dan dunia pendidikan lainnya. Berikut akan saya ulas sedikit tentang teknologi dan dunia pendidikan

Teknologi Dengan Dunia Pendidikan

Perlukah teknologi bagi dunia pendidikan? Mungkin ini pertanyaan yang tersirat dalam pikiran kita, “perlu” mengapa??? karena jika pendidikan tanpa teknologi akan terasa hambar bagai sayur tanpa garam. Seperti

Jumat, 27 Januari 2012

PERMENDIKNAS No.19 Th. 2007

SALINAN
LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL
NOMOR   19   TAHUN 2007 TANGGAL 23 MEI 2007

STANDAR PENGELOLAAN PENDIDIKAN
OLEH SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
A.    PERENCANAAN PROGRAM
1.    Visi Sekolah/Madrasah
a.    Sekolah/Madrasah merumuskan dan menetapkan visi serta mengembangkannya.
b.    Visi sekolah/madrasah:
1)    dijadikan sebagai cita-cita bersama warga sekolah/madrasah dan segenap pihak yang berkepentingan pada masa yang akan datang;
2)    mampu memberikan inspirasi, motivasi, dan kekuatan pada warga sekolah/madrasah dan segenap pihak yang berkepentingan;
3)    dirumuskan berdasar masukan dari berbagai warga sekolah/madrasah dan pihak-pihak yang berkepentingan, selaras dengan visi institusi di atasnya serta visi pendidikan nasional;
4)     diputuskan oleh rapat dewan pendidik yang dipimpin oleh kepala sekolah/madrasah dengan memperhatikan masukan komite sekolah/madrasah;
5)    disosialisasikan kepada warga sekolah/madrasah dan segenap pihak yang berkepentingan;
6)    ditinjau dan dirumuskan kembali secara berkala sesuai dengan perkembangan dan tantangan di masyarakat.
2.    Misi Sekolah/Madrasah
a.    Sekolah/Madrasah merumuskan dan menetapkan misi serta mengembangkannya.
b.    Misi sekolah/madrasah: